Ayoo, main yukk

Assalamualaikum,…

Kemarin disalah satu milis yang aku ikutin dibahas tentang permainan Tradisional daerah kami (Kendari, Sulawesi Tenggara). Saya jadi terbawa dan tiba-tiba merindukan masa kecil saya dulu.

Tiap hari sehabis pulang sekolah pasti tidak pernah betah berlama-lama dirumah. Habis ganti baju, makan trus langsung terbang maen entah kemana. RAmbut merah, kulit hitam pekat dan Bau Apek matahari seakan sudah biasa dan menjadi “Trend” anak-anak diusiaku pada saat itu.

Saya masih ingat, pada saat itu permainan yang paling sering dan paling lama jangka waktu Musimnya adalah permainan Kelereng dan wayang. Saya masih ingat juga klo halaman samping rumah saya adalah tempat Favorit teman-teman untuk maen kelereng karena kontur tanahnya yang rata dan agak lembek+berpasir. Katanya sih enak untuk nembak dan meng-“omba” (bahasa sono…yang artinya kurang lebih melempar kelereng ke garis untuk menentukan urutan menembak).
Saya masih ingat juga klo saya dulu punya wayang se-gardus Indomie..(hahaha, coba itu duit yahh… ). Trus saya juga masih ingat klo saya punya “palele” (bahasa sono lagi…yang artinya kurang lebih seperti jagoan atau wayang yang digunakan dan tidak pernah kalah) yang saya pisahkan tempatnya dari wayang-wayang yang lain biar sifat “palele”-nya tidak hilang..hahahahaha….

Oh iya, saya juga punya pengalaman buat layangan sendiri. Tapi hasilnya …. hmmmm jauh dari sempurna. Klo dibuat terbang pasti terputar. Kata orang, supaya tidak terputar harus ditambahkan ekor. Dan jadilah layangan dengan ekor terpanjang di KEndari…bukan untuk gaya-gaya_an tapi memang karena aku yang gak bisa buat layangan, ekornya harus sepanjang rel kereta biar gak muter klo dibuat terbang…hahahaha

Masa kecilku yang Indah…

Tapi…
Klo aku perhatikan sekarang, apalagi di daerahku, sudah tidak ada lagi kumpulan anak-anak yang main kelereng ato wayang. Tidak ada lagi anak-anak yang keliling kampung sambil membawa serta seluruh harta-nya (mainan seperti wayang dan kelereng) untuk mencari lawan tanding,. Tidak ada lagi anak-anak yang lari-larian untuk menerbangkan layangannya ketika musim “angin” tiba….
Seperti itulah keadaannya. Anak-anak sekarang terkumpul di Tempat-tempat rental PlayStation atau duduk manis didepan komputernya bermain Game Multiplayer (Online)……

6 thoughts on “Ayoo, main yukk

  1. Mengenai ‘penampakan’ anak-anak kendari, hehehe, bagus juga deskripsinya. Rambut merah, kulit hitam pekat, bau matahari… tipikal anak pantai banget.
    Miirip sekali dengan ‘penampakan’ anak-anak kampung kami, Cilincing, waktu kecil. Hehehe.

    Tapi kenapa yaa orang Tolaki kulitnya warnanya terang-terang? Bingung juga saya.

  2. @arifkurniawan
    Hahaha, ….
    Orang Asli Kendari adalah orang-orang Tolaki. Mereka memang berperawakan seperti orang Manado (putih) tapi bermata rada-rada sipit (spt org Jepang). Dan menurut yang saya dengar (terutama hasil dari pelajaran Muatan Lokal waktu smp) nenek moyang mereka memiliki keturunan langsung dengan orang jepang…hehehehe.

  3. Di tempat saya masih tuh ada anak2 yg maen kelereng, tapi kalo layang2 nunggu musimnya lg terang banyak angin dan kaga ujan kaya sekarang. Untuk layang2 ga cuman anak2 yg maen tapi orang dewasa juga pada maen.

  4. @Irwan
    Yup, betul
    Untuk layangan biasanya tunggu musim Angin, bukan pada musim Hujan spt ini.
    Ditempatku, org Dewasa maen Layangan biasanya kalau ada Event saja, banyakan sih anak-anak klo di hari-hari biasa di zaman ku dulu..hehehehe

  5. waw, orang Tolaki itu beneran ada darah Jepangnya ya? Muatan lokalnya itu berbentuk sejarah / bahasa? pantes aja bahasa & nama-nama dsana mirip bahasa Jepang. Anda setuju kah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s