a Journey to Get “home” (part 1)

Assalamualaikum,..

Ada pepatah tua yang bunyinya kuranglebih “Malu bertanya pasti kesasar“. Ya, itulah yang terjadi. Biar gak kelaihatan sebagai seorang yang “ndesooo” saya dan teman saya sempat kesasar di Jakarta.

Ceritanya bermula ketika kami berdua mau balik lagi ke bandung setelah dua hari berada di jakarta untuk suatu keperluan. sekedar informasi, kami berdua sama sekali buta jakarta.

Setelah urusan kami selesai, kami pun sepakat langsung ke Bandung hari itu juga. Kami memutuskan untuk naik Bis, karena lebih murah. Selain itu, berdasarkan cerita teman-teman yang sudah sangat pengalaman bolak-balik jakarta bandung katanya, kalau mau naik Bis mending naik Bis Jakarta-Tasik atau Jakarta-Banjar. Disamping ongkosnya yang lebih murah (@Rp.23000), kita juga bisa minta untuk diturunkan di Jembatan Tol Buahbatu (Bis untuk jurusan tersebut tidak lewat Terminal Leuwipanjang) yang notabene sudah sangat dekat dengan lokasi kos-kosan ku. Dan, tidak perlu menuju Terminal untuk mendapatkan Bis-nya, cukup menunggu di Cawang UKI karena semua Bis yang mau keluar Jakarta pasti lewat daerah itu.

Dengan semangat 45, kami pun bertekad untuk mencoba cara pulang seperti itu. Pertanyaan mulai muncul, “untuk ke Cawang UKI naik apa yah?”. Berdasarkan saran salah seorang teman, katanya lebih mudah naik Bus-way saja karena di Cawang UKI sudah ada Koridor Bus-way.

Yah, kami pun langsung setuju. Kami mulai Start di Stasiun SARINAH Thamrin. Berdasarkan Peta jalur Bus-way maka kami harus Transit sebanyak 3 kali. aku sendiri udah lupa dimana saja, yang aku ingat adalah di Stasiun Matraman 2, yang merupakan tempat Transit kami yang terakhir agar bisa sampai ke Cawang UKI

Kami berdua sukses melewati 2 Stasiun Transit pertama. Dalam hati aku berkata “kok Stasiun Matraman 2 gak nyampe-nyampe yaah?”. Perasaan kami berdua sudah “pasang telinga pasang kuping” setiap kali Bis berhenti untuk mendengarkan nama Stasiunnya. Malah yang terdengar adalah nama-nama Stasiun perhentian yang kalau dilihat di peta jalur Bus-way adalah stasiun-stasiun yang letaknya setelah stasiun Matraman 2.

Kami pun mulai mengingat-ngingat, tadi sih memang ada disebutkan nama perhentian Stasiun Matraman, tapi bukan Matraman 2. Apa yang salah ya?. Bisa ditebak, kami berdua memang menjual mahal mulut kami untuk sekedar bertanya…….

to be continued ….

Part 2

2 thoughts on “a Journey to Get “home” (part 1)

  1. saya akisa mitang.saya tinggal di samarinda…togel adalah rejeki terbesar bagi saya…..saat itu saya membuka situl togel,saya mencoba menghubungi AKI MURRU…nggak tau mungkin memank keberuntungan saya di permainan togel,atau mungkin juga karena angka jitu/ritual yg diberi oleh AKI MURRU….pada saat itu AKI MURRU menyuruh saya memasang angka 9418 dan saya disuruh memasang 1000 lembar dan dia sangat menjamin angka tersebul….malam tepat.aa pukul 8 saya bertanya kepada bandar togel ternyata saya menang…betapa bahagia.aa saya…dan saat itu pula saya bisa membangun rumah dikawasan samarinda….saya sangat bersyukur..jadi yg ingin menang togel anda bisa mencoba menghubungi AKI MURRU di no 085 242 379 777…terimah kasih,,,raihlah impianmu siapa tau rejekimu ada di tangan AKI MURRU,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s