a Journey to Get “home” (part 2)

Assalamualaikum,…

sebelumnya, Part 1

Lanjut yahh ceritanya…

Kami pun mulai mengingat-ngingat, tadi sih memang ada disebutkan nama perhentian Stasiun Matraman, tapi bukan Matraman 2. Apa yang salah ya?. Bisa ditebak, kami berdua memang menjual mahal mulut kami untuk sekedar bertanya. Jadinya kami pun kebablasan, sudah hampir sampai ke terminal PuloGadung. Panik?..yah pastilah, lha kita ini cuma sekedar lewat di Jakarta, gak ngerti apa-apa, wong ndeso….

Untung saja, selama gak keluar dari koridor maka kita gak perlu bayar lagi. Akhirnya kami pun memutuskan turun entah distasiun yang mana (lupa namanya) dan menunggu Bus-way yang kearah sebaliknya dan turun di Stasiun Matraman, yang ternyata di Peta adalah Stasiun Matraman 2.

Akhirnya, kami pun bisa sampai di Cawang UKI. Tinggal jalan sebentar ke arah UnderPass, kami pun akhirnya mendapatkan Bis jurusan Jakart-Banjar.

Eit, ternyata kesulitan kami belum berakhir. Seperti yang telah saya ceritakan sebelumnya bahwa Bis untuk jurusan tersebut tidak akan singgah di Terminal LeuwiPanjang Bandung. Oleh karena itu kami meminta kepada ‘Knek’ Bis agar kami diturunkan di Jembatan Tol BuahBatu Bandung.

Sesampainya di Jembatan Tol Buahbatu kok Bis-nya gak berhenti? . Mmmm, ternyata disitu sedang apa Pak Polisi yang baik hati, Rajin, dan Suka Menabung sedang berjaga-jaga. Padahal kata teman klo udah malam biasanya gak ada polisi yang berjaga disitu. Yah, apa boleh buat. Yang tadinya mau cepat ehh malah makin lama sebab mau tidak mau kami harus turun di Cileunyi. Untung saja masih ada bus jurusan Cileunyi-Cililin yang muncul bagaikan Pahlawan Penyelamat untuk bisa sampai ke Buahbatu lagi.

Alhamdulillah…..
—————————————

Makanya :
1. Jangan pernah malu untuk bertanya
2. Hal apa-pun yang melanggar peraturan Lalu Lintas pasti ada resikonya

5 thoughts on “a Journey to Get “home” (part 2)

  1. hue hue seru juga lebih parah dari pengalaman gw dan dimas,mengarungi malam turun di tol buah batu jalan kaki demi tes tapi keesokan harinya dinyatakan gagal hiks….

  2. Duh, seru yah petualangan singkat menelusuri kota Jakarta.
    Jangan kan kamu, aku yang sempat 2 th di Jakarta, tetap saja suka tersesat.
    Nggak bisa ngapal jalan kalau hanya sekali mampir, apalagi numpang lewat.
    Di Jakarta setiap saat selalu ada perubahan dan pembangunan, perubahan rute,dsb.
    Awal kemunculan busway masih 1 rute, jadi lurus2 saja.
    Naik sekali, nggak perlu bingung tinggal nunggu stasiun pemberhentian selanjutnya.
    Nggak perlu naik turun ganti busway dengan rute yang berbeda.
    Kalau apes, paling akhir juga sampai ujung.
    Jadi kalau ujung pukul ujung itu, naik di Stasiun Blok M-Jaksel sampai ujungnya Stasiun Kota-Jakut.
    Tapi kemudian bertahap ada penambahan 1 per 1 rute baru.
    Waduh,jadi mulai bingung.
    Padahal kan busway tadinya kendaraan yg paling nyaman buat kemana-mana di Jkt dan nggak membingungkan apalagi menyesatkan.
    Tapi skrg kayaknya udh nggak lagi, ya..????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s