Lagi !!! Kekerasan Di lingkungan Pendidikan

Assalamualaikum,…

Wah, terjadi lagi deh. Siswa mati karena di”pukuli” sama kakak kelasnya. Klo kemarin di STPDN sekarang di STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat), tuh liat aja tuh videonya diatas. Thanks to ANTV

Saya gak tau mau komentar apa lagi. Yang jelas “premanisme” dilingkungan pendidikan adalah kesalahan BESAR yang akan terus berputar seperti lingkaran setan. Sekarang yunior dipukuli oleh Seniornya besok sang yunior ketika udah jadi Senior balik mukulin yuniornya yang baru masuk, Balas Dendam lah Istilahnya.

Sekarang keliatan tuh Boroknya depHub.

Kelanjutan kasusnya bisa dibaca disini

Update :
Kekerasan di IPDN (STPDN) kembali berlanjut

About these ads
Previous Post
Leave a comment

52 Comments

  1. Seperti inikah pendidikan yang baik dan katanya melatih kedisiplinan?
    Sampai kapan mereka akan terus membuat lingkarean setan dalam pendidikan?

    Terlihat betapa sang algojo begitu menikmati acara eksekusi itu, mungkin dia pernah mengalami hal itu tetapi mbok sekali2 dia memukul para korban sambil membayangkan anaknya yang dihajar seperti itu.
    BTW salam kenal

    Reply
  2. Hehehe… Udah seringkali ngeliat, tapi alhamdulillah, kali ini ada yang mempilemkannya. Hahaha.

    Orang-orang kayak gini nih yang katanya mao jadi pemimpin bangsa. Hobi terhadap kekerasan. Cinta pada perang. Doyan nyiksa anak orang.

    Hoiii… orang-orang… ati-atilah pada lurah-lurah kalian. Karena mereka ini lah hasil pendidikan model kayak gini.

    Reply
  3. Betul sekali…
    Stop Premanisme + Kekerasan di Sekolah.
    Sepertinya petinggi-petingginya Tutup mata dengan kejadian2 seperti itu.
    Kalaupun kebablasan (korban sampe mati di siksa), paling dibilang saja klo si anak itu Sakit. Dan ini juga yang terjadi dengan korban di STTD. Oleh petinggi STTD, anak tersebut dikatakan suka mabuk di sekolah dan akhirnya sakit karena kelebihan menegak Alkohol. Jenazahnya langsung dikubur tanpa menunggu keluarganya datang.

    Penyebab kematiannya terungkap setelah pihak keluarga membongkar kuburannya untuk di mandikan ulang. Disitulah terlihat bekas lebam diseluruh sekujur tubuhnya + luka jahitan dikepalanya

    Seperti itulah wajah pendidikan kedinasan di Indonesia

    Reply
  4. Tradisi awalnya, dan pemukulan serta kematian jadi akhirnya. Menyedihkan wajah pendidikan negeri ini :evil:

    Reply
  5. rahma

     /  March 15, 2007

    Bicara mengenai kekerasan, dimanapun, oleh siapapun & sampai kapanpun tidak dpt dibenarkan. Apalagi dalam dunia pendidikan yg nyata2 adalah t4 mencetak cikal bakal pemimpin bangsa dimasa akan dtg. Namun yg namanya kekerasan bisa terjadi dimana saja, di pasar, di mall, di sekolah, di kantor, bahkan dlm rumah tangga.

    Untuk dunia pendidikan, apa yg terjadi di beberapa sekolah tinggi kedinasan, sama sekali bukan merupakan suatu hal yg legal, apalagi merupakan kebanggaan. Hal itu tidak lain adalah bentuk penyimpangan dari sistem pendidikan yg ada. Bila dikatakan, pihak petinggi sekolah itu sendiri cenderung menutup-nutupi, seyogyanya bukan. Pihak atas/petinggi, dalam hal ini Departemen yg membawahi sekolah kedinasan tsb bila ditanya, pasti terkejut mengetahui sekolah yg dipimpinnya ternyata terjadi kekerasan. Adapun bila kita bertanya pada Lembaga/Sekolah Tinggi ybs beserta komponen di dlmnya, pasti tdk menginginkan hal tsb. Tidak ada satupun yg dpt membenarkan kekerasan. Jadi apa yg ditutup-tutupi?

    Apa yg terjadi dlm beberapa Sekolah Tinggi Kedinasan, hal yg disebut “kekerasan” itu cenderung kepada perilaku senior-junior yg kebablasan. Dalam beberapa Sekolah Tinggi Kedinasan, senioritas menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, namun bukan dalam pengertian negatif. Senioritas adalah suatu sisi positif dari dunia pendidikan. Banyak hikmah & hakekat indah yg terkandung di dlmnya. Dan kekerasan yg terjadi pd beberapa Sekolah Tinggi Kedinasan adalah merupakan suatu manifestasi bentuk senioritas yg menyimpang dari jalur sebenarnya.
    Kurangnya pengawasan terhadap mahasiswa menjadi salah satu pemicu terjadinya kekerasan dlm dunia pendidikan, bahkan sampai ada yg mengatas-namakan istilah “tradisi turun-temurun” yg entah sejak kapan dimulai. Itu Salah Besar…!!!

    Adapun istilah “SOK MILITER” perlu ditinjau ulang. Mungin ada benarnya untuk beberapa Sekolah Tinggi Kedinasan tertentu yg nyata tidak memberlakukan sistem senioritas (karena memang tidak semua Sekolah Tinggi Kedinasan berlaku senioritas, apalagi sok militer).
    Namun disini saya mengambil satu sampel Sekolah tinggi Kedinasan, STPDN.
    STPDN adalah Sekolah Tinggi Kedinasan semi militer.
    STPDN adalah sekolah sipil dengan pendidikan dasar militer.
    Untuk tahun pertama, praja (sebutan ut mahasiswa) dikirim ke suatu t4 pendidikan militer selama jangka waktu tertentu untuk dididik dasar2 militer yg ditangani langsung oleh TNI. Jadi, pendidikan militer sudah menjadi dasar landasannya. Dalam hal apa?
    DISIPLIN.
    Itulah nilai dasar di samping nilai2 lainnya.
    Anda tahu kan bagaimana model disiplinnya seorang tentara?
    Bagaimana seorang tentara dididik disiplin bila tiba2 ada musuh, dsb.
    Bahkan STPDN untuk jaman angkatan terdahulu, pendidikan militer sampai pada bagaimana memegang senjata dan menggunakannya.
    Anda tidak tahu situasi di lapangan nanti yg akan terjadi, Anda tidak tahu musush yg bisa sewaktu2 datang, karakter musuh itu gimana, apakah ia datang nyata sebagai musuh atau bertopeng sbg kawan, dsb. Tapi itu hanya perumpamaan. Mungkin terlalu jauh. Karena memang untuk menjadi seorang pemimpin tidak mudah…

    Dan pendidikan dasar militer bukan hal yg mudah untuk manusia sipil biasa, memerlukan fisik & mental yg tangguh. Jadi jangan anggap remeh sekolah semi militer yg notabene hanya merupakan “kulit2″ dari pendidikan militer.
    Tapi tentu saja bukan itu yg mau ditunjukkan pada rakyat.

    Jadi kesimpulannya, kekerasan dlm dunia pendidikan, dalam hal ini Sekolah Tinggi Kedinasan adalah suatu bentuk penyimpangan dari sistem Senioritas yg berlaku di dalamnya, bila memang memberlakukan sistem tsb.

    Reply
  6. ..:X W O M A N:..

     /  March 19, 2007

    lah serem juga ternyata liat pelem nya.
    Jadi sebenarnya apa sih keuntungan melakukan kekerasan dalam pendidikan itu, apa kedisiplinan selalu identik dengan kekerasan?

    Reply
  7. ajang sok2an bagi senior…

    Reply
  8. ..:X W O M A N:..

     /  March 20, 2007

    eh nyambung…
    ga penting ya…emang ne wes diototi po yo dadi pinter ???

    Reply
  9. @rahma
    Tapi kenyatannya bagaimana? Sudah jelas-jelas bukan Legal tapi tetap saja dipertahankan dan pihak Institusi pun seakan “pura-pura” tidak tahu.

    @X W O M E N
    Nah, itu dia yang selama ini selalu melekat bahwa “disiplin=kekerasan”. Sudah jadi lingkaran setan

    @joe
    Betul, ini lah arogansi kesenioritas yang kebablasan

    Reply
  10. tkus

     /  April 5, 2007

    mendaftar caranya sulit
    setelahmasuk sulit
    terus setelah lulus…
    semoga tidak suka mempersulit

    Reply
  11. @tkus
    Amin…

    Reply
  12. gw taruna tgkt 1 yg kluar 1 angkatan ma erwin,gw kluar cz gw gk tahan ma keseneriotasan disana.video yg diatas tuh blum apa2 nya dari pada yang gw alamin ketika masih disana.senior klo mo mukul ma juniornya pke sasaran di kancing no 3(pas ulu hati)bayangin aja!tapi kata temen gw yg masih kul disana biz kematian erwin suasananya sudah aman(tidak ada kekerasan lagi)N buat temen2 gw yg masih kul disana met aja cz semua badai dah lu laluin.

    Reply
  13. kekerasan sudah membudidaya pada setiap kampus di indonesia dimana semua mahasiswa baru akan mendapat polonco dari para senior mereka. tapi kekerasan yang terjadi pada IPDN merupakan tindak kriminal dari para senior mereka.
    Bukan Kampusnya yang sala tapin sistem pembinaan yang harus diperbaiki

    Reply
  14. Riandy

     /  April 12, 2007

    Gw salah satu mantan taruna sttd satu angkatan ma erwin,,bahkan kamar kami berhadapan dGn kmr gw…Hmm,,sampe skr gw sakit dada,bahkan gw terkena penyakit usus Buntu,,sambil berjalan sekolah dsana saya pun dioperAsi,,,

    Klo kt gw ksnioritasan d sttd tetap bkl ada kecuali,,para pelatih bs bekerja eksta pd malam harinya…

    Reply
  15. Riandy

     /  April 12, 2007

    buat ahmad,,loe dmn skR???tnang masa depan qta bkn hanya dsitu

    Reply
  16. @Riandy
    Tetap semangat yah

    Reply
  17. GANKCUPU

     /  April 22, 2007

    INGAT BUNG!!! KEDISLIPINAN BUKAN TERCIPTA DARI KEKERASAN TETAPI TERCIPTA DARI KESADARAN MASING-MASING INSAN. ENAK AJA ANAK ORANG DIGEBUKIN. KALO KULIAH, PAKE OTAK BUKAN PAKE OTOT!!!!

    Reply
  18. ardi

     /  May 3, 2007

    wah nek aq stuju aj
    asal langsung daPET kerja….
    hwehwehwe

    Reply
  19. amrooney

     /  May 14, 2007

    wah…wah…
    makin lama negara ini makin kacau aja… Belum slese masalah yang satu uda muncul lagi yang baru..
    Y… kalau ini berlangsung terus menerus negara ini semakin terpuruk, dan di mata dunia negara ini bagaikan tempat penyiksaan dan premanisme.. Coba deh perhatiin, tempat menuntut ilmu atau tempat dimana manusia memperoleh pendidikan saja bisa dijadikan saran untuk pemuasan emosi atau bisa dibilang nafsu SETAN yang sangat berbahaya.
    Membunuh dan sebelumnya h\juga menganiaya adalah dosa yang sangat besar.. Bagaimana tanggung jawabnya nanti di hadapan Allah ‘Azza wajalla.. Mudah2an keadaan ini makin membaik dan Indonesia bisa bangkit dari keterpurukanini.. Aamiin

    Reply
  20. AHMAD

     /  July 8, 2007

    RIANDI lo dmn men?gw d semarang,nyante aja lagi.kata tmn2 instruktur kita dah pada di pecat gara2 gk becus ngurusin kita

    Reply
  21. taruna sttd menjawab

     /  September 18, 2007

    untuk layudhi, potong ja kontol lu…
    lu dirikan yang mau masuk sttd kenapain juga lu sebarin ke orla..
    pelambung banget lu…
    anjing lu…
    hidup itu keras, berani hidup siap tanggung resiko…
    lu irikan setelah lu keluar situasi dah aman banget??

    Reply
  22. stright...

     /  May 1, 2008

    smua itu ada maknanya.klo bukan karena sesuatu yang baik jagn ngomong sembarangn.coba anda semua diposisi seperti mereka.di negara Indonesia jika tidak dikersai maka masyarakatnya ga mau peduli yang penting mereka enak sendiri.klo ga dikerasi mereka semena-mena n ga tertib.coba pejabat tinggi negara ini dididik di STTD. pasti mereka semua mengerti apa arti pukulan itu.
    kesimpulannya manusia Indonesia harus dipukul dulu baru tertib!!!!sudah terbukti de STTD

    Reply
  23. RATNA

     /  June 30, 2008

    Saya sekarang masih seorang taruna,saya suka dengan kekerasan

    Reply
  24. aink

     /  June 30, 2008

    buat taruna yang masih sok jago yang nulis nyuruh potong kotol..
    anjing lu!!!
    berani ayo maju !!
    bangsat! berani satu2!
    sttd tidak mendidik!!
    kagak toleran!!
    buat yang mukul!
    moga masuk neraka!
    buat yang meninggal!
    moga masuk surga, tenang di alam sna..amiin

    Reply
  25. farid

     /  June 30, 2008

    aku prihatin ma rekan2 yg pro n kontra atas komentar adanya kekerasan dilingkungan pendidikan (khususnya sekolah kedinasan)
    pada prinsipnya SAYA TIDAK SETUJU KEKERASAN!!!! tapi buat yang mengatasnamakan taruna ato mantan taruna bukan selayaknya berucap/menulis hal2 yang tidak sepatutnya. klo kita punya kepribadian yang baik hal ini tidak akan pernah terjadi…
    Wajar sy berpendapat klo senior menghukum klo dari ucapan kalian aja udah menyakiti orang lain….
    klo kita jadi senior jadilah senior yang baik, mengingatkan yunior dengan tahapan yang sesuai prosedur
    pertama beri penjelasan aturan-aturan main yang berlaku di lingkungan pendidikan kedinasan
    kedua berikan teguran dan ingatkan kembali ha-hal yang kurang sesuai dengan hal2 yang berlaku dilingkungan sekolah kedinasan
    ketiga apabila tidak ada perubahan teguran berikan sanksi yang bs mendidik (push up ato hukuman lari dgn jumlah yang wajar)
    apabila tidak ada perubahan sebaiknya laporkan apa yang terjadi kepada penyelenggara karena taruna dengan sikap ini tidak layak untuk dibina biarkan pihak penyelenggara yang memutuskan
    Kita juga harus tahu masuk dalam lingkungan sekolah kedinasan tentunya ada banyak perbedaan karakter (Batak, Melayu, Betawi, Sunda, Jawa, Madura, Dayak, Bugis maaf yang tdk disebut) dengan umur yang berkisar 20an tentu sikap egoisme dan arogansi ingin dilihat ini lho aku tentu bukan hal yang mudah untuk dapat disatukan kecuali dengan sikap saling menghargai dan toleransi yang mungkin harus lebih besar. tapi apabila kita berhasil melewati tempaan mental maupun fisik disana niscaya kita akan kaya (punya banyak sodara) yang tentunya sewaktu waktu kita membuthkan dapat saling membantu satu dengan yang lain.
    tentu hal ini tidak akan pernah terjadi jika sang senior semena-mena dengan yuniornya ato sebaliknya boro2 di akui saudara atau kita dibantu kalo kita butuh..melihat aja ato denger namanya aja mules perut ni..
    so….
    pikir sendiri rekan2 yang udah jadi senior …………..
    ato rekan2 yang masih jadi yunior…………….
    mana yang kalian pilih?????????
    itu semua tergantung dari kita masing2, seharusnya taruna sekolah kedinasan ato yang mantan sekolah kedinasan mempunyai nilai lebih daripada yang lainnya mengapa????? karena tesnya pun dengan melalui tes psikologi jadi malu kita klo mental ato psikologi kita tidak sesuai apa yang semestinya….
    terimakasih……
    sekelumit pengalamanku yang udah pernah jadi yunior maupun senior dilingkungan sekolah kedinasan.
    mohon maaf bagi rekan2 semua klo ada kata2 yg kurang berkenan. semua ini demi kebaikan kita bersama untuk memajukan bangsa dan negara dari keterpurukan nilai nilai patriotisme dengan lemahnya mental dan jiwa kita.
    mari kita majukan bangsa ini dari keterpurukan!!
    buat mantan taruna yang kluar masih panjang jalan yang harus kau lalui untuk dapat membangun bangsa n negara ini….dan untuk para taruna yang belajar dilingkungan sekolah kedinasan hal ini bukan suatu kebanggaan dengan sukses masuk pendidikan tertentu tetapi justru beban berat untuk mengangkat bangsa dan negara ini dari keterpurukan…………
    SALAM DAMAI DAN SUKSES BAGI SEMUA!

    Reply
  26. Sya sbg provoost taruna di sbuah Akademi Maritim Ganesha di jogjakarta. sya tdk suka kekerasan yg akan berujung kematian. wlaupun skulq brbasis semi militer, kekerasan memang ada,akan tetapi kekerasan adalah awal dari kesuksesan.disiplin militer memang perlu. mkrn aja q brsma 3rkanq diantaranya komandan,prwira operasi,dan sya komndan provoost di undang ke sbuah smk di gunung kidul utk membina MOS siswa baru, wah asyik bener lhoo…. kmi membina dg kerasnya semi militer tpi tanpa kekerasan. kgiatn tsb diantaranya ada latihan cara baris berbaris/PBB,pmbinaan TONTI,kedisiplinan,dan para kakak kelasnyapun kmi sarankan jgn sampe memukul,klo cma membentak dg suara itu boleh.aga adek2 tsb patuh thd arti disiplin yg diterapkan di sekolahan tsb. hnya spt itu aja ank2 bnyk yg pda loyo,tpi lbh bnyk yg menyukai kedisiplinan ala militer itu krn swaktu kmi tnya yg kuat jwabnya sya suka militer kak,klo yg loyo sya tak suka militer kak ,panas kak, haus kak,spt itu, tpi jwbq saamaaa…. sya jga hauuus… tdi kalian pda minum 1gls aqua buat 18 prsonel lumayan, sya gag minum sma skli tooo….. kalian smua tu masih untung skul di smk ini, cooba klo kalian masuk di smk pelayaran hari ini jga yg mbina MOS dari marinir 6 prsonil. skg tmn2 kalian yg msuk di smk pelyrn disuruh lukar baju dan digiring lari ke pantai baron. malaah ada jga yg ngejawab waah… asyik kaak klo gituuu….!!! ”bwt adex2q smua slmt bljr smoga apa yg kakak ajarkan ini bnyk maknanya dan klian brpikirlah scra bnar dan jujur dmi keadilan.dan raihlah cita2 yg smaksimal mungkin. hidup smk yappi. kpd Bpk slamet selaku guru dan penegak kedisiplinan siswa kami ucapkan banyak terimakasih atas kerjasama ini.

    Reply
  27. klo hnya sperti kerasnya di IPDN,STIP,bgiq ko blum apa2 dibanding dg yg prnah sya alami. sya jga alumni dari IMY lulusan 2003 dan alumni AMG lulusan 2007. slma dibangku kuliah yg sya tempuh ko gada sma skali yg nmanya kekersan brujung kematian.klo cman dpukulin senior memang siih sering tpi gag ada rasa. klo di gbukin ortu sering jga,hidupq memang trgolong dlm binaan keras. dulu swaktu aku masih di SD sering bngt qdpkul,sabet pke sbilah bambu dari ayahq. tpi qtak akan mnuntut sesuatu apapun krn itu smua dmi terlatihnya driq utk disiplin. keluargaq bukan seorang militer,hnya seorang petani yg tak jelas hasilnya saja. rasanya ke2ortuq klo dlm tiap bulan ada pemasukan Rp.100.000 kok tdk mungkin. tpi hasilnya bisa mnyekolahkn aku hingga skg aku jadi pngajar di kmpus maritim. ayahq aja or yg tak berpndidikn sma skali dan ibuq hnya lulusan SD adikq jga cuma tmat SMP,akn tetapi jerih payah ke2ortuq memang tak ada bandingannya dg orang2 yg lbh kaya. bnyk anknya or kaya tpi mlah ugal2an dan tak jelas pendidikannya. tekadq adalah karna qpunya kaki dan tngan pastilah akan aku gunakan utk berjalan dan menunjuk. sbrapa jauh jalan dalam kilo meter pasti akan aku tempuh tanpa kenal lelah itu sudah terlatih sejak kecilq. sya diberi mulut dan mata brfungsi utk brtnta jika tdk tahu dan melihat akan kebaikan. aku adalah anak desa yg di pelosok namun segi kemiliteranq tetap gigih utk meraih perjuangan dmi masa depan. almt orang tuaq di -Ds gebang,kebonharjo,samigaluh,kulonprogo.55673 D.I.Y. [Bpk.Paijan siswo utomo]. tnyakan kpd beliau klo msih ada yg tdk prcya. sya akan slalu berjuang di dunia maritim. selain yg brbau maritim NO bangetttt….!!! Bpak,ibu dan adikq qmohon doa dan restumu suaya aku nanti bisa meneruskan kuliah lagi S1 di STIP jakarta. mohon doa dari Bpk&ibu scara islam, dan aku jga tak lupa akan selalu memohon doa kpd kprcyaanq scra katolik. Amiin. salam kenal smuanya…. silahkan beri komentar tentang sya…! IDq 10 agustus 1978.

    Reply
  28. koo lum ada yg ngisi lg toyooo….!!!! lagi2 kasus kekerasan, heh kmu2 ana taruna pelayaran di brebes, kalian baru stingkat smk aja dah mo ngebunuh yunior yaaa….???? brusan q ntn beritanya di tv siang tadi. q aja yg jdi provoost taruna di tngkt D3 mukul aja harus perhtikan yunior aga tdk trjdi kasus sakit ato kmatian kok. kau2 yg baru smk dah bsar kepala. sya emang protokol kekerasan krn provoost, tpi msih pnya otak bwt mikir. q ank jogja.

    Reply
  29. Wuiihh…
    Yang kya gitu tuh yang gak baik…
    Kebetulan orang yang aq sayangi itu di salah satu sekolah Pelayaran di kawasan Baron,Jogjakarta…
    Dia sih cerita kalo MOSnya digembleng fisik abiz2n…
    Ya ampun aq ja yang cuma denger+lihatvideo tadi udah miris banget…
    Gimana kalo ampe orang yang q sayang itu kenapa2???…
    Kayaknya kekerasan dalam pendidikan di Indonesia itu makin burk ja deh…
    Emang bagus sih buat bekal waktu terjun dilapangan khususnya buat fisik tapi ya kira2 dong…

    Reply
  30. bWt maY…. aq jga anak pelayaran baru masuk thn ini. emang ciiii kmrn q dibina militer sama ka2k kelas dan TNI-AL yaaach… lumayan2 mnyenangkan btu cciii…..!!! dg sekeras apapun yaach smuanya utk jdi kenangan…. coz klo yg brani masuk di skul pelayaran ini mang kbnyakan dari anak2 yg mnyukai dunia didikan kerasnya militer siii…. jadii yaa g msalaaah….!!! seneng lho bergabung dg orang2 tentara, skg q jadi minaaaat bngt utk jadi tentara. abzna banyak tantangan2nya btu ciii…..!!! malah ada yg dari alumninya jga yg ngbina q kmrn. dya mantan provoost sma poltar, tpi or na baik bngtttt…… mlah ceritana klo kerja di kapal itu sblum makan harus pus up dlu 120X, and klo sma kapten dan perwira2nya harus hormat, ktanya klo ada yg melanggar aturan komandan/kapten kapal hukumanya diterjunin kelaut….. knapa jaman skg kok mlah bnyak yg g suka dunia militer yaaa??? pdhal wktu jaman pak karno dan pak harto militer adalah sosok yg paling diutamakn…….!!!!

    Reply
  31. + selamat pagi smanya….. koo dnger2 ada kabar duka dari alumni taruni AMG jogja. bahwa sdr oriza parisuta dg Nrp. 041015/kpn. ktanya telah meninggal dunia 2hari lalu, tpi qkoo lum ada kbar dri klrgnya dg scra jelas. sdr lulusan dsmbr 2007 kmrn. klo emang benar adanya berita duka thd dya q jga turut brduka cita bagi klrg yg ditnggalkanya smoga dbri ktbahan. bgaimanapun dya adalah kwanq sesama anggota senat poltir. selamat jalan pooootiiiirr……….!!!! knpa bgitu cpat engkau pergi…. smoga engkau diterima disisiNya. Amiin. +

    Reply
  32. iyaa aloouw jga prov, iya mang qkmrn jga dapet kabar klo sdr oriza meninggal dunia. tpi mang bner koo, coz qjga dape kabar mlah dri keluarganya oriza dya ktne kmrn operasi gagal ginjal yg ke-3 tpi mlah Tuhan berkhndak lain. ywdlaah kita jga ikut berbela sungkawa aja smoga dya diterima di sisi Tuhan yg maha kuasa. amiin. awalnya qjga s4 kaget dnger berita itu, coz dlunya kita sma kan tmn sekelas di akademi maritim btw tiba2 koo da kbar dya dah meniggal dunia tgl. 29 juli 2008 pukul 02-02′ wib. selamat jalan orii…. smoga engkau d4 t4 yang baik, jalan yg lurus dan terang. “Rest In Peace”

    Reply
  33. wueleeh2… haregegee… takot kekerasaan!!!! yang baguz to zaman orba pemerintahan pak letkol suharto, siapa yg berani besar kepala di negeri kita tercinta ini maka siap2lah masuk rodeo (pnjara permisan) tapi klo skg, baru kena jerawat aja cara merasakannya udaaa lebih dari siksa neraka kaliii….!!! klo setau q ini dari cerita kakekq yg mantan KKO ALRI thn 1926-1988. katanya seee klo dah pake sragam yg berbau militer atau menyandang gelar sebagai taruna berarti sudah siap mati dmi tugas apapun. mungkin itulah yang sudah melekat kdalam seragam ala militer itulah yang bisa disebut awalnya kekerasan menjadi tradisi. klo berani pake srgm militer brati sifat2 militer or2 tempo dulu akan langsung trtnam scra tradisi. dan semboyan or militer jaman dulu ***(kata kakekq; daripada saya pulang tanpa memanggul snjata ato tanpa mnyandang prwira lebih baik saya pulang tinggal nama) dan sya juga ingn mntaati kta2 itu…. sukur bejo 1000. skg qjga perwira mu’alim kapal. kbtulan ini pas plng kejogja, maenlah intrnt. sya krj di kpal tanker dan sya jga hrs bner2 homat sama prwira tnggi laenya. militerisme memang sangat penting dalam arti merupakan sbuah budaya keluarga besar militer & semi. maka dari itu bwt adex2 yg mo masuk ke sekolah yg brbasis militer sebaiknya pikir2 dlu scara matang. jgn sampai belakangan orangtua mengadu. pikirlah dulu dan mohon persetujuan atas ke2 orangtua. jgn cma blas-blus asal masuk. siapkan mental anda,fisik anda,dalam menghadapi gemblengan militer. sbnarnya masuk ke skolah taruna syaratnya sama spt mau masuk TNI sebagai sekolah kedinasan baik maritim atau dirgantara yang menaungi adalah korps tni bagian masing2. sebagai menwa sama mungkin dg maritim dan drgntara. ****(( JANGAN COBA-COBA SEKOLAH MENJADI TARUNA, KARENA TARUNA BUKAN UNTUK UJI COBA))****

    Reply
  34. weleeh2….!!! pada ngisi apaan toyoo…!!

    Reply
  35. oqa

     /  September 3, 2008

    gimAna INdoNesia mw Maju klo Smwa PrGuruan mnGanut sistEm kKerasan. . .

    Reply
  36. EH, MIKIR DONG SENIOR!!
    KATANYA SENIOR!! TAPI GA PUNYA OTAK!!
    TOLOL!! GA WARAS!!
    SAMPE KAPANPUN KALO KEKERASAN MASIH ADA, WALAUPUN GA ADA LAGI JURUSAN YANG BAGUS, GUE GA BAKAL MASUKIN ANAK CUCU GUE KE STTD!!
    BUAT SENIOR
    FUCK, SUCK, U’RE SUCH AN ASSHOLE!!

    Reply
  37. HAREE GENNE,, DuUu.. SENIOR GAK TAU DIRI!! NGGAK MUTU TAU! NORAK! KAMPUNGAN! OMONG KOSON9! LU pADA JD SENIOR MIKIR GX SEH,?!! YUNIOR LU PD tuh BUKAN BONEKA!!

    Reply
  38. Terimakasih adek-adek semua yg telah berpartisipasi dalam dunia maya. saya sebagai mantan militer jaman dulu ya akan tetapi ingin juga utk brunjuk kebolehan di blok ini. saya setuju dg ulah senior terhadap yunior, memang perlu gemblengan fisik dan mental baja kalao mau menjadi seorang taruna. jangan mau jadi anak yang manja tanpa kekerasan. bahkan siapa saja yang trlahir dari keluarga militer pasti hari-harinya hanya penuh dg binaan orang2 keras ini memang. jika disekolah2 semi militer akan dihapus itu sama saja menghapus tentara nasional indonesia karena sekolah taruna ini hanya kusus utk para calon angkatan bersenjata kalao jaman saya dulu.nah jaman skarang orang siapapun memamerkan seragam sebagai militer,padahal tidak ada sangkut pautnya dg militer.

    Reply
  39. ARIYANTO

     /  September 30, 2008

    W TARUNA BP2IP BROMBONG!W KSIAN MLIHAT SKOLAH2 DINAS PASTI DI DALAM SEKOLAH ITU YA TERMASUK SKOLAH W JGA ADA AJA KEKERASAN WALAUPUN SDH DI BRI PRINGATAN UTK TARUNA SPAYA TDK BERBUAT ONAR?TPI TTP PASTI MASIH ADA AJA KEKERASAN NIH W SARANIN TEMPAT2 YG BIASA BUAT KEKERASAN PERTAMA.DI DALAM ASRAMA JUNIOR,PAS MAU PLG PESIAR,DAN SAAT MALAM HARI

    Reply
  40. gile pada suka yang keras2 ye,,,,hehehehehe
    mending semua berfikir positif aje,,,,, mari yang suka keras membela yang suka lemah,,,, kalau kita jalan bareng kan,,,,,, batu karang pun akan kita terjang untuk membangun negara???? tul gak

    Reply
  41. calon

     /  March 14, 2009

    gila tuh…. ngeri liat nya … !!! kyaknya saya berubah pikiran mau masuk di sttd……………!!!!!!!!!!!!!!! gk ada hubungan disiksa sama sekolah … emang da lulus mau berantem …. !!!!!

    Reply
  42. ya ampun!! ko ada ya orang yang setega itu..!! kitakan diciptakan dihidup ini sama tapi kenapa ada orang yang tega mukulin orang sampai kaya koid alias mati! emang gak di didik sama ortunya ya?? seenaknya aza mukulin orang!! sekarang juga, anak smp ikutan maen kekerasan terhadap temannya,seniornya juga! harusnya sebagai senior harus mencontohkan yang baik kepada adik kelasnya bukan hal yang negatif seperti ini! emang senior punya hak buat marah2 tapi senior gak punya hak untuk mukulin yuniornya! gimana negara kita mau aman dan tentram kalo generasinya seperti ini?
    OWALAH GAK NGUDENG YA?
    udah dulu deh, sudah cukup berkomentarnya cz dah kehabisan kata semoga semuanya bisa sadar akan kelakuanya..
    ywdh deh
    thanx YA………!!!!!!!!!!!!!!!
    TriZn4_m0etZ!!

    Reply
  43. hahaha… orang2 jman skg pda cengeng2, baru bca tulisan aja dah tkut, palagi trjun lngsung di lapangannya??? haaah bukan orang2 orde baru seeeeech….!!!
    jadi yaaa isanya cuma menggugad2 muluu.

    Reply
  44. nursyam

     /  May 5, 2009

    saya salah seorang instruktur pada salah satu sekolah yang menerapkan sistem semi militer….basicly saya jg tdk setuju dengan kekerasan dalam kampus apapun motifnya. saya sependapat bahwa yang membuat seseorang disiplin adalah kesadaran masing2 pihak, dan kesadaran itu seyogyanya tidak hanya dimiliki oleh taruna tapi juga oleh semua pembina dan semua unsur yang terlibat dalam pembinaan kedisiplinan taruna. keteladanan adalah hal yang patut ditumbuhkan. saya yakin dan percaya kita bisa membuat seseorang disiplin tanpa harus berteriak tapi sebaliknya dengan sifat kebapakan dan keibuan para pembina para taruna akan menjadi orang-orang yang berpendirian teguh namun tetap berhati lembut. yang menjadi kendala adalah di antara sekian banyak taruna yang diterima, ada segelintir yang mungkin mengalami penyimpangan psikologis. mereka inilah yang cenderung membuat onar di dalam kampus, tanpa memandang kedudukan mereka junior atau senior. jadi kalau mau menghapuskan sistem kekerasan maka prores seleksi khususnya seleksi psikologi yang harus diperketat.
    sukses buat semua..

    Reply
  45. haha…. iyaa, tapi ksdaran itu klo g didasari dg kata2 harus dan wjib dijlnkan pasti yaaaa… msiiih jga di slah gnaken. cnthnya: besok jam 07.00 masuk kuliah. tapiii……… alhasil ada yg dtngnya jm 7.15….. 07.30……… macem apa iiinnniiii……..!!! klo harus ya harus. klo sya pribadi swktu jam kuliah saya mta kul. kenautikaan kapal. naah klo ada yg tlat 1mnit wjar, 2mnit ini harus diperingati, 5mnit peringtan trkhir, naaaaah stiap peringtn tsb harus ada nmanya hkuman, yaitu pus ap 60x. lhaaaa klo telat udah 15mnit jgn brhrap utk ikut mta kul sya pda jam itu. jika 1 orang telah melanggar aturan, ato telat dg sngja brturut2 15mnit sampe 3x, ysdah…. sya kluarkn dri skolah. krn sya btuh yg bnr2 dsplin. bkan yg klemak-klemek. “by maritim of academy”

    Reply
  46. agin

     /  October 11, 2009

    dari awal menuntut pendidikan saja sudah di beri pelajaran eksta kekrasan’
    gimana nanti kelak menjadi pemimpin.
    walah,,,,!!! walah,,,!!!!

    Reply
  47. bintra

     /  October 25, 2009

    rada heran kenapa pada ikut2an kekerasan…
    lo kekerasan d tni polri itu wajar karna setelah lulus dinasnya emang berhubungan dengan kekerasan…
    tp coba liat kalian setelah lulus apa kerja kalian berhubungan dengan kekerasan…
    gausah lebay…

    q juga takin pendidikan tni polri jelas lebih keras dripada itu….

    Reply
  48. Fabian Polii

     /  January 12, 2010

    Sebagai alumni aku merasa prihatin, sedih dan malu ketika almamaterku dihina dan dihujat. Tetapi aku juga tidak menyalakan siapa-siapa ketika tindakan kekerasan terus terjadi ditempat dimana dahulu aku dididik, karena mungkin saja kami para senior tanpa sengaja telah menyemaikan bibit-bibit kekerasan itu dan akibatnya seperti yang terjadi saat ini. Tetapi pada masa kami dahulu tindakan disiplin para senior terhadap junior lebih dihayati sebagai pembinaan seorang kakak terhadap adiknya dan jauh dari keinginan untuk menyakiti apalagi untuk menganiaya. Mungkin semangat ini yang sudah tidak ada lagi sehingga kasus-kasus penganiayaan sampai menimbulkan korban terus saja terjadi. Saya hanya berharap agar kedepan tidak ada lagi cerita tentang kekerasan dialmamaterku ini

    Reply
  49. ryyy

     /  October 29, 2010

    scara logis
    emg g’ da d_ambil tndkn pa,styp thun trjd sprt tu.
    cb la diawasin kegiatan x tc,mana partisipasi dozen x ???

    brilh tndkn tgas bagi yg mlkukkn kkrsn sprt tu,jgn aggp spele xawa mkhluk cptaan Allh

    Reply
  1. Kekerasan di sekolah-sekolah SOK MILITER!!! « Tak mimpi jadi pemimpin
  2. lagi, korban kekerasan dari IPDN « Malu Aku Malu Pada Semut Merah
  3. Sekolah mahal, dipukuli pula. « Bayu Abdurrohman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: