Stop Fighting…Now

Assalamualaikum,…

Entah apa sebenarnya yang terjadi. Pertengkaran antar blogger di blogosphere (atau WordPress) ini semakin sengit saja. Misalnya antara Wadehel dengan orang2 salafy seperti antosalafy dkk.

Yang satu asik dengan tulisan kontroversinya yang terkadang satir sedangkan yang lain sibuk untuk menyadarkan namun kadang kelewatan. Kata “seenaknya” dan “satir” disini saya maksudkan untuk tulisan-tulisan Wadehel seperti ini karena menurut saya ditulisan itu dia telah menterjemahkan Al-Quran seenaknya saja, sesuka hatinya bahkan. Sedangkan kata “kelewatan” disini saya maksudkan karena orang yang bersangkutan terkadang sampai menggunakan kata-kata yang terlalu kasar bahkan sampai berani men-CAP kafir lawan-lawannya dengan memanfaatkan ayat2 atau hadist2 yang mendukung pendapatnya, misalnya seperti ini, ini . Padahal Ajaran atau alirannya belum tentu benar dimata Allah SWT.

Bukannya saya Anti Wadehel atau jengkel sama ajaran antosalafy. Tapi saya melihatnya disini adalah pertengkaran mereka yang tidak ada habisnya, bahkan menurutku sudah sangat parah. Ditambah lagi seringgnya orang2 yang memberi komentar malah memperpanas suasana, misalnya komentar .

@wadehel,…
Sudah, hentikan tulisan-tulisan Anda yang “satir” atau “nyeleneh” yang bisa memancing perdebatan lagi. Terus terang, disamping tulisan-tulisan itu, banyak sekali tulisan-tulisan Anda yang menurut saya sangat bagus-membangun-mengelitik seperti ini, ini atau ini.

@antosalafy dkk,…
Tunjukkanlah kalau ajaran Islam itu indah, tidak menakutkan, cinta damai.

PEACE for ALL

5 thoughts on “Stop Fighting…Now

  1. Hufff… sekali lagi heran. Kenapa harus berhenti? Yang dimaksud pertengkaran tak ada habisnya itu apa, apakah sejak lahir sampai sekarang? Sudah berapa posting? Ini hiperbola ya?

    Saya lihat sih efek sampingnya bagus, membuka mata banyak orang supaya waspada akan pembodohan, cuci otak dan pecah belah.

    Efek buruk paling mules, muntah, dan merasa ditertawakan…

    Ah, sudahlah, mungkin tergantung kacamata… atau…? Ah, saya tak ingin berbusuk sangka disini.

  2. @wadehel
    Yak bisa dikatakan begitu, tapi kan tujuannnya baik. Supaya tidak ada lagi debat kusir antara dua kubu yang saling bertentangan karena perbedaan persepsi.
    -> Yup, saya setuju dengan Efek positif dan Efek Negatifnya

  3. Assalamualaikum,
    Sikap yang ditunjukkan oleh AntoSalafy adalah sikap seorang muslim yang membela Islam dengan memberikan dalil yang shahih ketika Al-Qur’an dan As-Sunnah yang ditafsirkan seenaknya saja dan sesuka hatinya oleh Wadehel seperti yang anda katakan. Muslim mana yang hatinya tidak sakit manakala Al-Quran dan As-Sunnah diselewengkan maknanya sedemikian rupa? Namun sayangnya sikap Wadehel mirip dengan apa yang digambarkan dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 175-176.

    Saya nukilkan sebuah perkataan yang mengandung hikmah dari Imam Al-Ajurri: “Jika ia menanyakannya kepadamu dengan pertanyaan untuk mencari petunjuk kepada jalan yang haq tanpa ingin berdebat, maka tunjukilah dia dengan tuntunan yang berisi keterangan ilmu dari Al Quran dan As Sunnah serta pendapat para shahabat dan para imam kaum Muslimin. Adapun jika ia ingin berdebat denganmu dan ia membantahmu maka inilah yang tidak disukai ulama untukmu. Maka jangan kamu berdialog dengannya dan berhati-hatilah terhadapnya dalam agamamu.”

    Alhamdulillah AntoSalafy telah meninggalkan perdebatan tersebut. Berikut adalah artikel yang semoga bisa menyejukkan:
    http://wiramandiri.wordpress.com/2007/04/09/wahai-para-blogger-hindari-perdebatan-dalam-agama-ini/

    Demikian semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat, setidaknya bagi moderator yang berhak untuk menghapus komentar ini. Semoga Allah memberkahi mereka yang berusaha untuk membela Dien ini, dan menyeru kepada jalan-jalan kebaikan. Wassalamualaikum….

  4. @abu Husam
    Terimakasih atas komentar-nya
    sebagai seorang muslim, saya juga sakit ketika mendengar atau melihat seseorang menghina/ menafsirkan sembarangan Al-Quran/Hadist oleh karena itu saya juga mengecam tindakan tersebut dengan tulisan saya ini. Tapi, disisi lain saya juga tidak setuju ketika seseorang dengan mudah-nya meng-“kafirkan” seseorang padahal ajarannya sendiri belum tentu benar dimata Allah SWT, terlepas dari keyakinannya pribadi dengan ajarannya yg dianggap paling benar. hanya Allah SWT lah yg berhak menentukan hal tersebut dihari akhir nanti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s