Bio Diesel Blending Plant dengan S7 300

Peraturan pemerintah PERMEN 25/2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 32 Tahun 2008 Tentang Penyediaan, Pemanfaatan, Dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Sebagai Bahan Bakar Lain mengharuskan setiap Industri komersial menggunakan Bio Diesel sebagai campuran bahan bakar minyak yang besarnya akan naik secara bertahap setiap tahunnya

Bio Diesel

Mau tidak mau, perusahaan tempat saya bekerja saat ini harus mematuhinya jika ingin tetap berproduksi. Campuran yang digunakan, untuk tahap awal adalah 5% terhadap seluruh kebutuhan total pemakaian bahan bakar.

Karena campurannya terhadap penggunaan total, yang artinya semua unit yang beroperasi nantinya harus menggunakan campuran bahan bakar ini, maka titik pencampurannya harus dimulai dari Hulu, yakni di titik bongkar bahan bakar paling awal.

Metode pencampurannya menggunakan metode Inline Blending, dimana Bio Diesel 100% (B100) disuntikkan langsung ke Transfer Line Fuel Diesel (B0). Mixing nya memanfaatkan Pump Propeller dan turbulensi fluida didalam pipa. Dosis 5% atau dalam hal ini disebut bahanbakar B05 ditentukan dengan jumlah B100 yang disuntikkan dibandingkan dengan total Fuel yang ditransfer.

100 % Fuel B05, terdiri atas 95% Fuel Diesel (B0) dan 5% Bio Diesel (B100)

Memastikan dosis campuran yang tepat memanfaatkan PLC dengan dipadu 3 buah Flow meter.
1. FT2111 : Flow Meter total, max capacity 5000 lpm2. FTBanlaw : Flow Meter dari B0, max capacity 3900 lpm
3. FTBio : Flow Meter dari B100, max capacity 300 lpm

Dosis 5% didapatkan dengan membandingkan Flow rate yang terbaca pada FT Bio dengan Total flow pada FT2111

Bio2

Bio3

Hysterisis menggunakan ± 1%, sehingga PLC akan memberikan Alarm jika Actual Blending Status berada diluar range tersebut. Hasilnya, sampai saat ini kami bisa mendapatkan Blended Product B05 sesuai spesifikasi sebagaimana yang diinginkan

Untuk saat ini, pengaturan besar/kecilnya Flow Rate Bio Diesel masih menggunakan Manual Regulate Valve yang memanfaatkan operator untuk pengaturan besar/kecil bukaannya.

Kedepannya akan menaggunakan Control Valve untuk pengaturanya. Segera setelah diimplementasikan akan saya update lagi di blog ini

Salam,

Layudhi

One thought on “Bio Diesel Blending Plant dengan S7 300

  1. Mas Semut Merah,

    Pertanyaan Mas, membaca program ke depan dari Mas Semut, ratio blending dilakukan secara automatic antara B0 dan B100. Yang akan menjadi controlled flow di sisi mana Mas Semut? B0 atau B100.

    Terima kasih sebelumnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s