Lagi – kekerasan Didunia pendidikan

Kalau melihat di archive tulisan saya, hal ini sudah pernah saya angkat. Saat itu adalah kasus meningalnya salah satu pelajar IPDN karena “diajari” kakak tingkat nya.

Di 2017 ini, sangat disayangkan telah terjadi 2 kasus serupa. Yang pertama di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran dan yang kedua di Universitas Islam Indonesia.
Kekerasan di STIP ternyata sudah yang kesekian kalinya terjadi, bahkan sudah ada ikrar yang dituliskan dipintu masuk kampus bahwa jika kekerasan terjadi lagi maka kampus siap untuk ditutup. Tapi apa daya hal itu terjadi lagi.

Di UII sendiri, walaupun kasusnya terjadi didalam kegiatan diluar kampus tetapi kegiatan tersebut adalah kegiatan Mapala resmi yang membawa nama kampus.
Kekerasan pada kegiatan ini tidak saja membunuh 1 tetapi 2 orang mahasiswa UII.

Entah apa yang ada dipikiran mereka para pelaku kekerasan ketika menyalurkan nafsu kekerasannya kepada adik tingkat nya. Rasa hormat tidak akan didapatkan, justru rasa dendam yang dipupuk yang kemungkinan besar akan dilampiaskan kembali kepada adik tingkatnya kelak.
Jalan keluarnya cuma 1 menurut saya. Hukum seberat-beratnya pelaku dan putus penerimaan minimal 2 angkatan untuk memecah “lingkaran setan” kekerasan.
Mudah-mudahan kita tidak mendengar lagi kasus-kasus serupa kelak. Anak yang dikandung 9 bulan, disayang-sayang, disekolahkan tinggi-tinggi malah harus meninggal secara tak wajar hanya gara-gara sekelompok senior yang sakit jiwa haus darah adik-adik angkatnya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s